Cara menginstal linux debian lengkap


A.Linux Debian



Debian adalah sistem operasi berbasis open source yang di kembangkan secara terbuka olehbanyak 
programer sukarelawan yang ingin mengembakan debian. Sistem operasi debian adalah gabungan 
dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel 
linux, sehingga lebih suka di sebuat dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi ini yang 
mengunakan kernel linux yang merupakan salah satu distro linux yang populer dengan 
kesetabilannya. Rata-rata distro turunan dari debian adalah yang paling banyak digunakan di dunia, 
contoh  seperti : Ubuntu, Linux Mint, dan Bactrack.

B.Cara intalasi Debian Server
1.      Pada installer boot menu pilih perintah Install lalu tekan tombol Enter untuk  memulai instalasi.
Gambar 3. 1 Tampilan Debian
2.      Kemudian pilih bahasa yang akan digunakan untuk sistem operasi untuk pemilihan bahasa yang akan digunakan.
Gambar 3. 2 Pilih Bahasa
3.      Pilih lokasi yang akan digunakan untuk mengatur time zone sesuai dengan lokasi untuk pengaturan waktu. Karena tidak terlihat Indonesia pada gambar berikut, maka pilih indonesia
Gambar 3. 3 Tampilan Pilih Lokasi
4.      Lalu mengatur Keyboard dengan memilih Inggris Amerika
Gambar 3. 4 Tampilan mengatur Keyboard
5.    Saat muncul tampilan seperti gambar berikut pilih cancel dan selanjutnya pilih continue untuk membatalkan prosesnya, karena pengaturan IP Address akan dilakukan secara manual.
Gambar 3. 5 Tampilan Pengaturan IP
6.    Pilih Do not configure the network at this time agar tidak melakukan konfigurasi IP address pada server untuk saat ini.
7.    Selanjutnya masukan Host name untuk nama Host server tersebut.

              Gambar 3. 6 Tampilan Mengatur Jaringan
8.              Masukan root password untuk mengatur kata sandi pada root.
Gambar 3. 7 Tampilan Memasukan sandi
9.      Masukan username untuk username dari nama user tersebut
Gambar 3. 8 Tampilan mengatur Hostname
10.  Masukan password untuk user untuk mengatur kata sandi pada user.
Gambar 3. 9 tampilan memasukan sandi
11.     Pilih time zone yang sesuai dengan lokasi untuk pengaturan waktu sesuai dengan daerah dan lokasi pengguna.
Gambar 3. 10 Tampilan mengatur waktu
12.  Pilih manual untuk pengaturan partisi harddisk agar pengaturan ukuran dan kegunaan dari partisi harddisk tersebut dapat diatur sendiri sesuai dengan kebutuhan.

Gambar 3. 11 Tampilan partisi Harddisk
13.     Pilih harddisk mana yang akan dilakukan konfigurasi untuk melakukan konfigurasi pada harddisk tersebut.

Gambar 3. 12 tampilan partisi
14 . Kemudian pilih Yes atau enter untuk membuat partisi baru pada harddisk tersebut.  

Gambar 3. 13 Tampilan partisi
15.  Pilih partisi yang bertulisan free space karena memiliki ruang kosong untuk dibuat partisi baru yang lain.

Gambar 3. 14 Tampilan partisi
16.     Selanjutnya pilih Create a new partition untuk membuat partisi baru.
Gambar 3. 15 tampilan partisi
17.     Kemudian atur kapasitas untuk partisi tersebut agar kapasitas yang digunakan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Karena akan dibuat menjadi 3 partisi, maka partisi pertama untuk partisi root.
Gambar 3. 16 Tampilan Partisi
18.     Pilih Primary agar tipe dari partisi tersebut menjadi primary bukan logical.
Gambar 3. 17 Tampilan Partisi
19.  Setelah itu pilih beginning/awal untuk memulai pembuatan partisi tersebut.
Gambar 3. 18 Tampilan Partisi  
    20.  Selanjutnya pilih Finish partitioning and write changes to disk dan tekan Enter untuk menyelesaikan semua pengaturan pada harddisk dan membuat perubahan dari semua yang telah dikonfigurasi agar semua tersimpan.
Gambar 3. 19 Tampilan Partisi
       21.  Selanjutnya buat partisi selanjutnya yaitu untuk data dengan cara pilih yang bertulisan free space.
Gambar 3. 20 Tampilan Partisi
22.     Selanjutnya Untuk partisi terakhir akan digunakan untuk swap area. Pilih partisi yang bertulisan free space.
Gambar 3. 21 Tampilan Partisi
23.  Kapasitas dari swap area ini adalah dua kali dari kapasitas RAM. Kemudian pilih continue.

Gambar 3. 22 Tampilan Partisi
24.  Selanjutnya pilih Logical agar tipe partisi menjadi logical bukan primary.

Gambar 3. 23 Tampilan Partisi


25.  Pilih Use as: Ext4 journaling file system dan tekan Enter untuk mengubah kegunaan partisi tersebut.



Gambar 3. 24 Tampilan pengaturan harddisk
26. Kemudian pilih swap area dan tekan Enter untuk mengubah kegunaan dari partisi tersebut menjadi swap area.


Gambar 3. 25 Tampilan Partisi
27.  Pilih Done setting up the partition untuk menyelesaikan konfigurasi pada partisi tersebut.


Gambar 3. 26 Tampilan Partisi

28.  Selanjutnya pilih Finish partitioning and write changes to disk dan tekan Enter untuk               menyelesaikan semua pengaturan pada harddisk dan membuat perubahan dari semua yang telah dikonfigurasi agar semua konfigurasi tersimpan.

Gambar 3. 27 Tampilan Partisi
29.  Kemudian pilih Yes untuk menyelesaikan pengaturan partisi harddisk.


Gambar 3. 28 Tampilan Partisi

30. Saat muncul pilihan “Scan another CD or DVD?” pilih No karena tidak perlu memindai DVD lain saat ini.


Gambar 3. 29 Pilihan scan DVD yang lain
31.  Pilih No untuk tidak menggunakan Network Mirror.

Gambar 3. 30 Pemilihan menggunakan Network Mirror 
     32.  Selanjutnya pilih No agar tidak perlu untuk Participate in the package usage survey.

Gambar 3. 31 (Pilihan untuk Participate Package Usage Survey)

33.Saat muncul tampilan seperti berikut pilih Yes untuk melakukan instalasi GRUB Loader.


Gambar 3. 32 (Tampilan install grub loader)
34.  the installation pilih continue. Komputer akan me-restart dengan sendirinya.
Gambar 3. 33 Tampilan selesai install

belum jelas https://youtu.be/ReSSjtfCEUk
download viedonya https://shortid.co/P6acy

3 Responses to "Cara menginstal linux debian lengkap"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1